PENDIDIKAN BAHASA Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia
PENDIDIKAN BAHASA

DOSEN
PENGAMPU;
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS CENDRAWASIH
PAPUA TAHUN 2022
Disusun
oleh kelompok 4
v Marsyah Claudia awom
KATA PENGANTAR
puji syukur kehadirat
Tuhan yang maha esa atas segala limpahan dan rahmat, inayah,taufik,dan ilhamnya sehingga kami dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya sangat
sederhana.semoga makalah ini dapat di pergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Makalah ini di susun dalam rangka
menyelesaikan tugas dari dosen kami selaku dosen pengampu mata
kuliah pendidikan bahasa.
Harapan kami semoga
makalah ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat menjadi
lebih baik lagi.
Makalah ini kami akui
masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang.oleh
karena itu,kami harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Biak. 9 juni 2022
Penulis: kelompok 4
v Marsyah Claudia awom
Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pendidikan sejatinya tak hanya bertujuan membuat peserta
didik memiliki kemampuan akademis semata. Proses pendidikan sejatinya juga
mampu membentuk karakter peserta didik. Di Indonesia, Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadikan pendidikan karakter sebagai faktor yang
penting dalam proses pendidikan.
Keseriusan Kemendikbud ini mendorong lahirnya program
penguatan pendidikan karakter. Bahkan, mulai tahun ini karakter peserta didik
juga dijadikan salah satu indikator dalam pelaksanaan Asesmen Nasional (AN)
yang menjadi pengganti Ujian Nasional (UN). Asesmen Nasional sendiri punya tiga
komponen utama, yaitu asesmen kompetensi minimum, survey karakter dan survey
lingkungan belajar.
Apa sejatinya pendidikan karakter itu? Bagaimana penguatan
pendidikan karakter di sekolah? Bisakah penguatan pendidikan karakter dilakukan
melalui pembelajaran bahasa Indonesia? Semuanya akan dibahas pada artikel
berikut ini.
Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter didefinisikan sebagai usaha sadar dan
terencana untuk mendidik dan memberdayakan peserta didik untuk memiliki
karakter yang baik. Karakter ini mampu menjadikan setiap peserta didik untuk
bisa menjalani kehidupannya dengan baik dan bermanfaat bagi sesamanya.
John W. Santrock mendefinisikan pendidikan karakter sebagai
pendidikan dengan pendekatan langsung pada peserta didik yang bertujuan
menanamkan nilai-nilai moral yang pada akhirnya bisa mencegah untuk berperilaku
yang dilarang.
Pendidikan karakter ini berkaitan erat dengan faktor
psikologis setiap peserta didik. Dimana pendidikan karakter ini pada akhirnya
juga sebagai upaya meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual peserta
didik.
Pendidikan karakter ini memiliki banyak tujuan yang ingin
dicapai. Pertama, pendidikan karakter bertujuan untuk mengembangkan setiap
potensi dasar peserta didik agar bisa memiliki hati, pikiran dan perilaku yang
baik. Kedua, pendidikan karakter bertujuan agar setiap peserta didik
mengembangkan perilaku toleransi dan keberagaman, dimana hal ini sangat penting
mengingat Indonesia adalah masyarakatnya multikultural. Ketiga, menciptakan
generasi yang beradab.
Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter
Keberadaan pendidikan karakter sudah lama menjadi fokus
pembangunan pendidikan di Indonesia. Pemerintah sudah menggap pendidikan
karakter sebagai hal yang serius. Ini dibuktikan sejak tahun 2016, dimana
pemerintah melalui Kemendikbud menciptakan sebuah gerakan, yang disebut sebagai
penguatan pendidikan karakter atau yang biasa disebut PPK.
Gerakan penguatan pendidikan karakter ini bertujuan
menjalankan pendidikan karakter di sekolah lebih besar dibandingkan pendidikan
akademik. Pendidikan karakter dalam jenjang pendidikan dasar lebih besar
porsinya dibandingkan jenjang pendidikan yang mengajarkan akademik Tepatnya,
70% untuk sekolah dasar dan 60% untuk sekolah menengah pertama.
Meski begitu, penguatan pendidikan karakter ini tidak
mengharuskan perubahan kurikulum. Pendidikan karakter disesuaikan dengan
kurikulum yang sudah ada. Termasuk penyesuaian dalam kegiatan intrakurikuler,
kokurikuler hingga ekstrakurikuler.
Gerakan penguatan pendidikan karakter ini tidak hanya
menjadi tanggung jawab sekolah saja. Tetapi juga bersinergi dengan berbagai
stakeholder terkait. Keluarga dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam
penguatan pendidikan karakter ini. Sinergitas ketiganya dianggap mampu membuat
penguatan pendidikan karakter ini menjadi lebih mudah dilakukan.
Lalu karakter apa saja yang ingin ditumbuhkan dalam gerakan
penguatan pendidikan karakter ini? Apa saja karakter yang harus dimiliki oleh
peserta didik untuk bisa menjadi generasi penerus bangsa yang beradab?
Indonesia adalah negara dengan ideologi Pancasila. Maka
gerakan penguatan pendidikan karakter ini juga harus bersumber dari nilai-nilai
luhur Pancasila. Ada lima nilai karakter yang menjadi fokus penguatan
pendidikan karakter ini, yaitu :
1. Religius
Karakter pertama yang harus dimiliki oleh peserta didik
adalah religius. Hal ini sesuai dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang
Maha Esa. Karakter religius ini berhubungan erat dengan bagaimana setiap
peserta didik mampu menjalankan kepercayaannya masing-masing, beribadah sesuai
kepercayaannya, menghormati perbedaan agama yang ada dan bisa hidup rukun
dengan sesamanya.
Karakter religius ini juga menginginkan peserta didik tumbuh
sebagai individu yang toleran, anti perundungan dan tidak memaksakan kehendak
pribadinya kepada orang lain.
2. Nasionalis
Karakter nasionalis ini bertujuan agar peserta didik menjadi
individu yang mencintai tanah airnya. Mendahulukan kepentingan bangsa diatas
kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Karakter nasionalis ini tercermin dalam
tindakan yang selalu menghargai dan mengapresiasi kebudayaan bangsa.
Nasionalisme ditunjukkan dalam bentuk kepedulian terhadap sesamanya, disiplin
dan taat pada hukum yang berlaku.
3. Integritas
Karakter integritas ini bertujuan agar setiap peserta didik
menjadi pribadi yang berkomitmen dan penuh rasa tanggung jawab.
4. Mandiri
Karakter mandiri bertujuan agar setiap peserta didik mampu
mandiri dalam menjalankan kehidupannya. Kemandirian itu artinya tidak
bergantung dengan orang lain. Dan mampu mengambil keputusannya sendiri.
5. Gotong royong
Karakter gotong royong bertujuan menjadikan setiap peserta
didik untuk bisa saling bekerjasama dengan sesamanya. Mampu berkomunikasi yang
baik dan saling membantu dengan sesamanya.
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa
Indonesia
Penguatan pendidikan karakter di sekolah dilakukan dengan
berbagai cara. Salah satunya melalui pembelajaran yang ada, termasuk dalam
pembelajaran bahasa Indonesia.
Berikut ini adalah cara-cara yang bisa dilakukan dalam upaya
penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran bahasa Indonesia.
Religius
Karakter religius dapat dikuatkan dengan cara :
1. Berdoa setiap sebelum dan sesudah memulai pembelajaran
bahasa Indonesia.
2. Merayakan hari-hari besar keagamaan dengan membuat karya
sastra, seperti puisi maupun sajak.
3. Membaca novel-novel religius
4. Berdiskusi bersama
5. Menciptakan pembelajaran anti perundungan
Nasionalis
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, karakter nasionalis
dikembangkan melalui :
1. Membaca roman sejarah, agar peserta didik mengetahui
sejarah bangsanya
2. Mengunjungi museum dan tempat-tempat bersejarah
3. Membacakan puisi-puisi kemerdekaan
4. Membuat mading kemerdekaan untuk memperingati hari
kemerdekaan
5. Bangga berbahasa Indonesia
6. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar selama proses
pembelajaran
7. Membedah karya-karya sastra para sastrawan nasional
8. Membuat kliping tentang keragaman bangsa Indonesia
9. Memberikan apresiasi terhadap kebudayaan bangsa
Integritas
Menumbuhkan karakter integritas dalam pembelajaran bahasa
Indonesia dilakukan dengan cara :
1. Bertanggung jawab dengan setiap tugas yang diberikan
2. Membuat kelompok belajar
3. Bekerjasama dalam kelompok belajar
4. Mendengarkan guru dengan baik selama proses pembelajaran
Mandiri
Karakter mandiri ditumbuhkan dengan cara :
1. Selalu mengerjakan sendiri tugas individu yang diberikan
2. Mengerjakan ulangan sendiri
3. Mampu mengeluarkan pendapat saat proses pembelajaran
4. Membuat karya tulis pribadi dalam pembelajaran bahasa
Indonesia
Gotong royong
Karakter gotong royong dalam pembelajaran bahasa Indonesia
ditumbuhkan dengan cara :
1. Bekerjasama dalam kelompok belajar
2. Melakukan jadwal piket dengan penuh tanggung jawab
Pentingnya Menumbuhkan Karakter Pancasila, Ini Ciri-ciri
Pelajar Pancasila
enam karakteristik pelajar Pancasila yang harus ditanamkan
yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa dan berakhlak mulia,
kreatif, bernalar kritis, Mandiri, bergotong-royong dan kebhinekaan global.
3. Melakukan bakti sosial bersama-sama dalam merayakan bulan
bahasa
4. Membantu teman yang mengalami kesulitan
5. Menjenguk teman yang sakit
Penguatan pendidikan karakter di sekolah bisa dilakukan
melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Saat pembelajaran bahasa Indonesia
berlangsung, peserta didik tidak hanya belajar bahasa Indonesia saja, tetapi
juga tumbuh menjadi individu dengan karakter yang baik.
5 Tips Menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila saat Online
Learning
Profil Pelajar Pancasila adalah hal yang sangat penting
ditumbuhkan pada saat proses pembuahan.
Demikian contoh penguatan pendidikan karakter melalui
pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam
memberikan penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran bahasa Indonesia.
Beragam Contoh Pendidikan Karakter Dalam Kehidupan
Sehari-Hari
Sebelum membahas dalam pokok inti, alangkah baiknya kita
memahami dulu istilahnya. Pendidikan memiliki arti yaitu upaya yang dilakukan
guna merubah ke arah yang lebih baik dari yang tidak tahu menjadi tahu, proses
pendewasaan diri dengan cara belajar atau pelatihan.
Sementara karakter adalah sifat-sifat atau prilaku, akhlak
yang dipunya seseorang. Akhlak pada konteks karakter ini lebih kea rah yang
bersifat positif bukan netral serta tidak negatif. Yang berarti sifat dalam
konteks karakter merupakan sifat yang baik.
Dari sini kita bisa menyimpulkan jika pendidikan karakter
adalah upaya yang dilakukan guna memberikan identitas sikap yang positif untuk
individu atau kelompok. Rata-rata, banyak masyarakat yang menganggap hal ini
hanya ada atau terdapat di sekolah saja.
Padahal,faktanya implementasi bukan semata-mata hanya
dilaksanakan dalam lingkungan sekolah. Kita sebagai orang tua juga turut andil
dan berperan penting dalam membentuk karakter anak kita.
Berikut ini cara atau implementasi edukasi sifat dalam
kehidupan sehari-hari.
Contoh Pendidikan Karakter Di Kehidupan Sehari-Hari
1. Selalu rutin untuk mengajarkan sholat 5 waktu dengan
keluarga
Faktanya untuk menumbuhkan nilai karakter religius tidak
selalu harus dilaksanakan di sekolah. Di rumah pun bisa dilakukan dengan
bantuan atau peran kita sebagai orang tua.
Dengan cara mengajak ayah, ibu serta anak anak untuk
melaksanakan sholat 5 waktu dengan cara berjamaah juga termasuk contoh
pendidikan karakter dalam aspek nilai-nilai religius.
Kita sebagai ayah ibu harus bersedia untuk memberikan atau
meluangkan waktunya bersama-sama melaksanakan sholat bersama keluarga. Hal ini
akan memberikan contoh yang bagus kepada anak kita.
2. Selalu rutin mengajak Berkomunikasi dengan Anak
Pada kehidupan sehari-hari, seseorang bisa saja melakukan
tindakan bohong. Bohong umumnya dilakukan
dengan tujuan untuk melindungi diri agar tak kena kena marah, membuat
diri sendiri merasa senang, serta beragam alasan lainnya. Seorang anak pun bisa
saja begitu, mereka bisa berbohong.
Rata-rata hal ini terjadi saat mereka merasa takut, mereka
takut untuk berkata yang sebenarnya dengan alasan takut kena marah. Oleh karena
itu kita sebagai orang tua harus selalu rutin mengajak komunikasi anak dan
selalu menerapkan akhlak untuk berkata jujur.
Dan contoh pendidikan karakter yang terakhir yaitu selalu
mengajarkan sosialisasi kepada anak tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Seperti yang diketahui, indonesia merupakan negara dengan
ragam aneka suku, agama, serta budaya. Perbedaan ini jangan sampai menjadi
kelemahan yang akan mampu mencerai berai negara kita. Justru sebaliknya, dengan
perbedaan ini akan mampu menjadi satu negara utuh yang kuat serta saling
melengkapi.
DAFTAR
PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar