MAKALAH Perkembangan belajar peserta didik HAKIKAT PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN
MAKALAH
Perkembangan belajar peserta didik

Dosen pengampu
Yansen Alberth
Reba, s.pd.k..,m.pd
PRORAM STUDI PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS CENDRAWASIH TAHUN 2022
Disusun oleh:
kelompok 4
·
Marsyah Claudia awom
·
Alberth orboi
·
Hermon H rumaikek
·
Sarles M wambrauw
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha
Esa atas segala limpahan rahmat, inayah, taufik, dan ilhamnya sehingga kami
dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang
sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu
acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Makalah ini disusun dalam rangka
menyelesaikan tugas dari dosen kami Bpk. Yansen Alberth Reba s.pd.k.,m.pd. selaku dosen pengampu mata kuliah
perkembangan belajar peserta didik
Harapan kami semoga makalah ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami
dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat
menjadi lebih baik lagi.
Makalah ini kami akui masih banyak
kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu,
kami harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat
membangun untuk kesempuraan makalah ini.
Biak. 31 maret,2022
Penulis:
Kelompok 4
TUJUAN
Secara singkat, tujuan perkembangan
belajar peserta didik membantu siswa secara umum untuk patuh dan dalam proses
pembelajaran dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan dan potensi peserta
didik.
Tujuan mempelajari perkembangan belajar
peserta didik untuk peserta didiknya itu sendiri membantu mereka dalam
meningkatkan pengetahuan dan skill mereka dan membantu lebih sederhana memahami
transformasi ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru-guru mereka.
Daftar isi
A. HAKIKAT PERKEMBANGAN
DAN PERTUMBUHAN
1. Pengertian pertumbuhan dan
perkembangan
2. Anak sebagai totalitas
3. Anak sebagai proses holistik
4. Kematangan dalam perkembangan
B. PERKEMBANGAN
BIOLOGIS DAN PERSATUAN ANAK SD
1. Perkembangan biologis anak SD
2. Perkembangan perseptual anak SD
C. KECERDASAN DAN KREATIVITAS
1. Pengertian kecerdasan
2. Teori kecerdasan
3. Klasifikasi kecerdasan
4. Pengertian kreativitas
5. Teori kreativitas
6. Perkembangan kreativitas
D. PERKEMBANGAN BAHASA ANAK SD
E. PERKEMBANGAN SOSIAL DAN PRIBADI
ANAK SD
F. JENIS-JENIS KEBUTUHAN ANAK SD
G. LINGKUNGAN PERKEMBANGAN ANAK SD
H. PROSES BELAJAR ANAK SD
I. MOTIVASI ANAK SD
A. PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN
1. Pengertian pertumbuhan dan
perkembangan
Ada dua istilah yang sering digunakan
dalam psikologi, yaitu "pertumbuhan"(growth) dan
"perkembangan"(development). Dalam penggunaan bahasa Indonesia atau
percakapan sehari-hari, pengertian kedua istilah tersebut sering dirasakan
perbedaannya, namun dalam psikologi bahwa kedua istilah tersebut mengandung
perbedaan, persamaan dan keterikatan, atau dengan kata lain kedua istilah
tersebut dapat dibedakan meskipun hampir tidak dapat dipisahkan satu sama lain
dalam satu kesatuan dari individu manusia. Istilah pertumbuhan mengacu kepada perubahan
yang terjadi pada seseorang dalam segi fisik jasmani komposisi hormonal, cells,
dan disposisi biologi sekolah baik yang tampak dari luar maupun organ-organ
tubuh yang tidak tampak, yang hanya dapat dideteksi oleh alat khusus. Contohnya
titik2 postur tubuh, raut wajah, bentuk hidung, pipi, dan mata, komposisi
hormon, jenis darah struktur otak dan sejumlah Cells yang berada di dalamnya,
ndang organ-organ dalam, yang bekerja dan tumbuh sesuai dengan usia kronologis
seseorang. perubahan pertumbuhan terjadi pada bentuk dan struktur fisiknya.
Dalam kehidupannya, manusia akan
mengalami pertumbuhan fisik mengikuti pola pola umum dan pola pola unik sebagai
pembawaan individual. Sejak dalam kandungan, janin dalam mengalami pertumbuhan
fisik yang sangat cepat, bahkan kan percepat bila dibandingkan dengan masa
sesudah kelahirannya, karena hanya waktu kira-kira 9 bulan lebih, janin yang
berasal dari setetes air mani itu tumbuh secara berangsur-angsur menjadi janin
manusia. Pada permulaan masa bayi, akan mengalami pertumbuhan yang agak lambat
namun pasti, kemudian makin cepat, dan mencapai puncak pertumbuhan tercepat
pada masa remaja, setelah itu berlangsung moderat, bahkan hampir tidak ada
pertumbuhan lagi dan akhirnya berangsur-angsur menurun titik dengan kata lain
pertumbuhan mengalami keterbatasan.
2. Anak sebagai totalitas
Aspek perkembangan anak sekolah
dasar: masalah dan perkembangannya
Artikel ini dimaksudkan untuk menganalisis 7 aspek perkembangan pada
anak sekolah dasar titik penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif, hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan kajian teori
mengenai 7 aspek perkembangan anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa 7 aspek perkembangan pengaruh terhadap proses belajar mengajar dikelas.
Aspek-aspek perkembangan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor genetik,
lingkungan keluarga beserta lingkungan tempat anak bergaul dengan demikian
penting bagi orangtua untuk memantau aspek-aspek perkembangan anak agar tumbuh
menjadi pribadi yang berprestasi.
3. Anak sebagai proses holistik
Pelayanan anak yang holistik anak dan
dunianya sebagai fokus kepedulian dan pemberdayaan generasi baru.
Kita sepakat bahwa anak sangat penting dalam penting pandangan bagi
tahun masa, depan bangsa sebab, dan gereja merekalah anak yang juga nantinya
memiliki memenuhi dan mengisinya. Menjadikan gereja sebagai lembaga pelayanan
yang child friendly, yang membuat anak-anak senang berada di dalamnya, adalah
panggilan nyata yang harus segera dijawab putih selain itu, kita tidak boleh
menyangkal pentingnya anak, baik secara teologis, sosiologis, dan strategis.
Akan tetapi, kenyataannya kita seringkali melihat sepertinya anak tidak
diperlukan sebagaimana layaknya. Mereka kehilangan hak mereka dan diabaikan.
Anak-anak yang seharusnya mendapat perlindungan justru mengalami kekerasan.
Itulah sebabnya, di tengah carut-marut potret kehidupan anak di Indonesia, kita
perlu membangkitkan kembali kesadaran masyarakat, terlebih umat Kristiani dan
gereja pada panggilan yang sungguh mulia yaitu membangun generasi dan menjadi
pembela kepentingan anak titik pelayanan anak yang holistik ditulis sebagai
salah satu upaya untuk mewujudkan maksud tersebut titik sesuai dengan temanya
buku ini sangat tepat dijadikan referensi bagi orang tua, praktisi pelayanan
anak, pelayanan sekolah minggu, dan semua yang terkait dengan pelayanan anak
seperti pendidik gembala jemaat aktivitas anak, dan masyarakat pada umumnya.
4. Kematangan dalam perkembangan
Kematangan karir teori dan pengukurannya
Penting bagi siapapun yang sedang
mencari jati diri atau ingin mengetahui bakat dan kemampuan berkaitan dengan
karir yang akan dipilih untuk membaca dan mempelajari berbagai referensi yang
dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang komprehensif. Buku ini hadir
sebagai salah satu alternatif yang dapat dijadikan bahan kajian yang bersifat
akademik maupun praktis bagi para pembaca untuk mempelajari dinamika remaja dan
kematangan karir. Di samping kajian teoritik, buku ini memberikan panduan yang
cukup lengkap bagi para remaja untuk dapat mengukur sikap kematangan karir
menilai diri sendiri membaca peluang dan menyusun rencana karir.
a. Pendahuluan proses panjang yang
dihadapi oleh anak dalam tumbuh dan kembangnya titik pertumbuhan dan perkembangan
merupakan salah satu kesatuan yang padu dalam mewarnai laju perkembangan anak
hari demi hari bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Kita menyadari bahwa
keduanya merupakan suatu hal yang penting bagi perkembangan anak. Secara
sederhana kita memahami bahwa pertumbuhan berkaitan dengan fisik yang dapat
diamati sedangkan perkembangan berkaitan dengan kemampuan anak titik keduanya
memiliki fungsi dan tugas masing-masing dalam menopang perkembangan
berkembangnya anak. Keduanya seiring sejalan dan saling berkaitan. Kesenangan
dalam bereksplorasi dan seperti tak mengenal rasa takut, maka segala gerakan
yang diajarkan pada anak akan dianggap sebagai permainan yang menyenangkan
titik masa 5 tahun pertama pertumbuhan dan perkembangan anak disebut dengan masa
6 karena pada masa itu keadaan fisik maupun segala kemampuan anak sedang
berkembang cepat titik perkembangan yang cepat yang dialami oleh fisik anak
menjadi penanda bahwa anak merupakan individu aktif yang seharusnya kita
sebagai orang tua harus tahu bagaimana mengarahkan ke aktivitas motorik anak
tersebut. Mengamati pertumbuhan dan perkembangan motorik anak adalah hal yang
sangat menarik. Banyak hal yang terjadi dalam proses pertumbuhan dan
perkembangan fisik anak mulai dari terlentang dan menangis kemudian ia mulai,
tumbuh dan berkembang.
B. PERKEMBANGAN BIOLOGIS DAN
PERSEPTUAL ANAK SD
1.Perkembangangan Biologis
Perkembangan biologis atau fisik
berkaitan erat dengan terjadinya proses evolusi manusia. Proses evolusi
biologis merupakan proses perubahan secara berangsur-angsur dalam jangka waktu
lama yang berkaitan dengan sikap tubuh dan cara bergerak, perubahan fungsi
bagian tertentu tubuh manusia, perubahan bentuk dan volume kepala, perkembangan
fungsi alat indra terutama hidung dan mata.
a.Sikap tubuh dan cara bergerak
Sikap berdiri tegak menunjukan adanya
evolusi dikaitkan dengan sikap tubuh dan cara bergerak. Hal tersebut diawali
dengan kemampuan duduk tegak, berlari tegak, berjalan tegak,selanjutnya dengan
berdiri tegak untuk waktu yang lama.
b.Perubahan fungsi bagian tertentu
tubuh manusia
Fungsi jari kaki tidak lagi dipakai
untuk mencengkeram, tetapi untuk berpijak.Tanganlebih berfungsi sebagai
penunjang badan. Evolusi tangan kemudian berpengaruh terhadap evolusi budaya,
tangan tidak lagi sebagai penunjang badan, tetapi dapat bergerak bebas dan
memiliki kemampuan memakai, membawa, membuat alat serta aktifitas lainnya.
c.Perkembangan kepala
Kepala terdiri dari tengkorak muka
dan otak. Evolusi kepala berkaitan dengan evolusi muka, seperti struktur otot-otot
muka, geraham, gigi, rahang, kening, dagu, tulang pipi, dan otot tengkuk.
Sedangkan evolusi otak berkaitan dengan besar atau volume otak dalam struktur
otak. Pembesaran volume otak berpengaruh pada bentuk tengkorak dan evolusi
budaya.
d.Perkembangan hidung ( indra pembau
)
Akibat dari perubahan rongga hidung
yang tidak lagi menghadap ke depan dan bagian otak yang berhubungan dengan
pembau mengalami reduksi, maka peranan pembau menjadi berkurang.
e.Perkembangan mata ( indra penglihat
)
Berbeda dengan hidung , mata ini
lebih sempurna strukturnya maupun fungsi ketajaman melihatnya.
·Perkembangan Motorik
Apakah perkembangan motorik itu ?
Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui
kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Di usia
anak-anak perkembangan motorikterjadi lebih halus dan terkoordinasi dibanding
dengan masa bayi. Ia terus melakukan kegiatan-kegiatan fisik yang bersifat
formal maupun informal, seperti dalam bentuk permainan, senam, renang, dll.
2.Perkembangan Perseptual
Apakah yang dimaksud perseptual ?
Perseptual adalah kemampuan seorang individu untuk memhami dan
menginterpretasikan informasi dan atau kemampuan inteleknya untuk mencarikan
makna dari data yang telah diterimanya oleh berbagai indera. Informasi tentang
objek penglihatan diterima melalui indera mata, objek pendengaran melalui
telinga, objek sentuhan melalui kulit, objek penciuman melalui hidung,. Dan
aktivitas perseptual merupakan proses pengenalan individu terhadap
lingkungannya.
Ada tiga proses aktivitas perseptual,
yaitu :
Sensasi, adalah bentuk peristiwa
penerimaan informasi oleh indra penerima. Di dalam sensasi terjadi proses
deteksi informasi secara indrawi.
Persepsi, adalah interpretasi
terhadap informasi yang ditangkap
oleh indra penerima dan selanjutnya
terjadi proses pengolahan informasi.
SAtensi, hal ini lebih mengacu kepada
selektivitas persepsi, karena dengan atensi kesadaran seseorang bisa tertuju
kepada suatu objek/informasi.
C.
KECERDASAN DAN KREATIVITAS
1.
Pengertian kecerdasan
Hubungan antara presentasi belajar dengan
kecerdasan emosional
Selama ini banyak orang yang
berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan
kecerdasan intelektual ( IQ) yang juga tinggi titik namun, menurut hasil
penelitian terbaru di bidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah
satu-satunya faktor yang mempengaruhi presentasi belajar seseorang, tetapi ada
banyak faktor yang lain yang mempengaruhi yang salah satunya adalah kecerdasan
emosional. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali
emosi diri mengelola emosi diri memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang
lain dan kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain. Sedangkan prestasi
belajar adalah hasil belajar dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan
berdasarkan pengukuran dan penelitian terhadap hasil kegiatan belajar dalam
bidang akademik yang diwujudkan berupa angka-angka dalam rapor.
Berdasarkan pembahasan mengenai
kecerdasan emosi serta hubungan dengan prestasi belajar, maka dapat disimpulkan
bahwa kecerdasan emosional dapat dinyatakan sebagai salah satu faktor yang
penting yang seharusnya dimiliki oleh siswa yang memiliki kebutuhan untuk
meraih prestasi belajar yang lebih baik di sekolah serta menyiapkan mereka
terhadap dunia nyata titik untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kecerdasan
emosional yang berperan dalam keberhasilan siswa baik di sekolah maupun di
lingkungan sekitarnya maka disarankan kepada pihak sekolah terutama guru-guru
pengajar agar memasukkan unsur-unsur kecerdasan emosional dalam menyampaikan
materi serta melibatkan emosi siswa dalam proses pembelajaran.
2. Teori kecerdasan
Kecerdasan majemuk pada anak
Kecerdasan majemuk pertama kali
diperkenalkan tahun 1983 oleh Howard Gardner di Harvard school of education and
Harvard project Zero. Teori ini membantah tes seperti contoh stanford-binet
test yang dikatakan sebagai hitungan tradisional yang tidak adekuat menilai
kecerdasan titik menurut Gardner, kecerdasan yang lebih dari hanya sekedar IQ
(INTELIJEN QUESTIENT) karena IQ yang tinggi tanpa ada produktivitas bukan
merupakan kecerdasan yang baik. Anak harus dinilai berdasarkan apa yang mereka
dapat kerja kan bukan apa yang dapat mereka kerjakan. kecerdasan didefinisikan
sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah dan memiliki nilai lebih dalam
sebuah kultur masyarakat titik kecerdasan adalah potensi biopsikologi call
untuk mengelola informasi sehingga dapat memecahkan masalah menciptakan hasil
baru yang menambah nilai-nilai budaya setempat titik pandangan baru ini sangat
berbeda dengan pandangan lama yang selalu mengandalkan 2 penilaian yaitu verbal
dan computational. Delapan macam kecerdasan antara lain,
1. Kecerdasan linguistik
2. Kecerdasan logika matematika
3. Kecerdasan gerak tubuh
4. Kecerdasan musikal
5. Kecerdasan visual spasial
6. Kecerdasan interpersonal
7. Kecerdasan intrapersonal
8. Kecerdasan naturalis
3. Klasifikasi kecerdasan
Peningkatan kecerdasan moral anak melalui penggunaan volue
Verification technique(teknik
klarifikasi nilai)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah kecerdasan moral dapat
ditingkatkan melalui penggunaan klarifikasi nilai titik penelitian ini dilakukan
kepada 18 anak berusia 4 sampai 5 tahun di kelas A. Metode penelitian yang
digunakan adalah penelitian tindakan model kemmis dan taggart. Teknik analisis
data penggunaan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Teknik analisis
data kuantitatif yang digunakan adalah analisa statistika dalam bentuk proses
taste dan frekuensi table... Teknik analisis kualitatif model miles dan
huberman digunakan untuk menganalisis data kualitatif. Hasil analisis
kualitatif menunjukkan bahwa klarifikasi nilai merupakan teknik yang efektif
untuk meningkatkan kecerdasan moral anak. Klarifikasi nilai memberikan
kesempatan anak untuk berekspresi menyatakan pendapat dan mengutarakan perasaan
sebagai menentukan tindakan titik nilai berubah cara guru doktrinasi. Analisis
kuantitatif menunjukkan bahwa klarifikasi nilai telah dapat meningkatkan
kecerdasan moral anak. Kecerdasan moral anak sebelum dilakukan tindakan dalam
kategori belum berkembang berubah menjadi kategori mulai berkembang pada siklus
1 , dan naik lebih tinggi lagi menjadi berkembang sesuai harapan di akhir
siklus 2.
4. Pengertian kreativitas
Peningkatan kreativitas anak usia dini melalui pembelajaran terpadu
berbasis kecerdasan jamak
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui peningkatan kreativitas pada usia dini memulai pembelajaran terpadu
berbasis kecerdasan jamak titik penelitian ini dilakukan di taman kanak-kanak
penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan model kammis taggart.
Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan proses induktif dengan reproduksi
data dan menyajikan data sesuai dengan tema, dan komponen. Analisis data
kuantitatif dengan menggunakan statistik deskripsi untuk mengukur aktivitas
kelompok yang sama. Temuan-temuan hasil penelitian adalah sebagai berikut:
1. Ada perbaikan pada aspek-aspek
situasi pembelajaran keterlibatan anak selama praktek membuat kreatifitas
berbasis kecerdasan jamak secara individu dan kelompok
2. Ada perbedaan antara hasil skor pre
test dan post test pada proses kreativitas anak usia dini dalam 4 dimensi yaitu
kelancaran, fleksibilitas orisinalitas dan elaborasi
3. Kreativitas anak usia dini dapat
ditingkatkan dengan menerapkan langkah-langkah sederhana dan praktis secara
terintegrasi berdasarkan pembelajaran terpadu berbasis kecerdasan jamak
4. Melalui stimulasi pembelajaran
kreativitas maka kreativitas anak usia dini dapat meningkat 8 kali lebih tinggi
melalui praktek nyata membuat produksi kreativitas.
Kesimpulan pembelajaran terpadu berbasis kecerdasan jamak adalah salah
satu strategi untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini
5. Teori kreativitas
Perkembangan kreativitas anak usia
dini teori dan praktis merupakan suatu komponen penting yang harus diketahui
oleh pendidik dan calon pendidik. Pemahaman guru yang benar terhadap
perkembangan kreativitas anak usia dini akan menuntun guru untuk membuat desain
pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak yang akan menghasilkan
pembelajaran yang dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan kepada anak
usia dini titik pembelajaran yang tidak memperhatikan perkembangan kreativitas
anak akan membuat anak bosan atau frustasi. Jika anak bosan atau frustasi, para
guru juga akan tertular rasa bosan dengan frustasi ketika mengajar titik dasar
pemikiran ini yang menjadi pengetahuan tentang perkembangan kreativitas anak
usia dini secara teori dan praktis merupakan alat suatu komponen dari
kompetensi pedagogik seorang guru.
6. Perkembangan kreativitas
Perang ruang dalam menunjang
perkembangan kreativitas anak
Pada dasarnya setiap anak memiliki
potensi untuk reaktif, walaupun tingkat kreativitasnya berbeda-beda titik
kreativitas seperti hal yang setia potensi lain perlu diberi kesempatan dan
rangsang oleh lingkungan untuk berkembang titik perkembangan kreativitas anak
bukan hanya dipengaruhi oleh
lingkungan psikis saja tetapi
lingkungan fisik juga memiliki andil yang
cukup besar. Ruang interior sebagai salah satu lingkungan fisik dapat
berperan sebagai pendorong atau "press"untuk mengembangkan kreativitas
anak, sebagai stimuli eksternal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi mozaik bagi
perkembangan kreativitas anak usia dini. Perkembangan kreativitas anak usia 4-6
tahun disebut tahap inisiatif pada tahap ini anak mengembangkan rasa ingin
tahu, inisiatif, imajinasi dan fantasi, namun masih banyak kreativitas anak
yang belum berkembang secara optimal. Masa kecil merupakan masa yang tepat
untuk mengembangkan kreativitas anak salah satunya dengan kegiatan mosaik.
Kreativitas adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengekspresikan ide
dan imajinasinya dalam bentuk karya yang berbeda dengan yang telah ada
sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi keputusan teknik
pengumpulan data dengan sumber primer berupa buku referensi dan jurnal yang
relevan dengan masalah penelitian titik setelah mendapatkan data-data yang
diperlukan maka dilanjutkan dengan menganalisis data tersebut. Analisis
dilakukan dengan mengaitkan masalah dengan konsep-konsep teoritis Yan relevan.
Hasil dari penelitian ini adalah kegiatan ini dapat memberikan kesempatan
kepada anak untuk bereaksi sendiri dan mendorong anak untuk melakukan kegiatan
yang lebih baik dalam mengembangkan kreativitas anak secara optimal.
D. PERKEMBANGAN BAHASA ANAK SD
Perkembangan bahasa anak usia sekolah
dasar
Usia sekolah dasar dalam tahap integrasi perkembangan, mengatur dan
memadukan berbagai keterampilan perkembangan untuk menyesuaikan tugas yang
semakin rumit, salah satunya adalah perkembangan berbahasa. Perkembangan bahasa
pada dasarnya adalah kemampuan individu untuk berkomunikasi dengan lingkungan.
Komunikasi dipergunakan untuk menjalin relasi dengan orang lain sehingga kita
merasa menjadi bagian dari lingkungan titik kemampuan berbahasa berkembang
sepanjang masa sekolah. Siswa makin mampu memahami dan mengintegrasi
berkomunikasi baik lisan tulisan maupun bahasa tubuh yang membuat diri mereka
dipahami dan memahami orang-orang yang di sekitar hanya titik perkembangan
bahasa terkait dengan perkembangan kognitif yang berarti faktor intelegensi
sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Semakin besar
anak tumbuh dan berkembang, kemampuan bahasanya mulai berkembang dari tingkat
yang sangat sederhana menuju yang kompleks. Perkembangan bahasa dipengaruhi
oleh lingkungan mereka bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari
lingkungannya. Anak belajar bahasa seperti hal nya belajar hal yang lainnya,
yaitu dengan meniru dan mengulang kata-kata yang dipakai orang dewasa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan bahasa emosi
dan sosial anak usia sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi
kepustakaan dengan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan
data yaitu dengan studi dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan menganalisis isi dokumen yang berhubungan dengan masalah yang
diteliti titik sumber data dalam penelitian ini yaitu buku dan jurnal yang
relevan dengan kajian titik temuan dalam kajian ini yaitu perkembangan anak
yang berkembang pesat pada usia sekolah dasar yaitu perkembangan bahasa emosi
dan sosial. Perkembangan tersebut tidaklah sama antara satu anak dengan yang
lainnya. Banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan tersebut
diantaranya faktor lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Dengan adanya
kajian mengenai perkembangan ini dapat dijadikan acuan untuk guru melaksanakan
pembelajaran di sekolah dan untuk melihat permasalahan yang terjadi di sekolah.
Sehingga guru baik mencari solusi dalam mengatasi permasalahan dalam
perkembangan anak.
E. PERKEMBANGAN SOSIAL DAN PRIBADI ANAK SD
Pendengaran memegang peran penting
dalam perkembangan bahasa, terlebih dalam perkembangan berbahasa lisan. Anak
harus mendapat perhatian yang serius dalam hal perkembangan sosial dan
kepribadian titik upaya orang tua guru dan masyarakat dalam motivasi anak
tersebut dapat berkembang dengan baik titik tujuan penelitian ini pertama untuk
mengetahui perkembangan sosial anak kedua untuk mengetahui perkembangan
kepribadian anak penelitian ini menggunakan teori hierarki kebutuhan yang
dicetus oleh Abraham maslow .jenis penelitian yang digunakan pendekatan
kualitatif di mana yang menjadi informan adalah anak , guru dan masyarakat yang
ada. Hasil penemuan dari penelitian ini yaitu titik 2 pertama titik
perkembangan sosial anak sudah sangat baik. Hal ini memiliki dampak positif
terhadap peningkatan hasil belajar pada proses pembelajaran. Anak mampu
menangkap apa yang guru atau temannya ajarkan kepadanya hal ini menjadikan anak
menjadi terlihat cerdas di lingkungan sekolah tersebut. Kedua perkembangan
kepribadian anak dapat dilihat dari segi sikap dan sifat pada seorang yang
menentukan cara anak menyesuaikan diri titik perkembangan kepribadian anak juga
sudah baik detik mereka mampu menyesuaikan diri dengan teman sebaya dan dapat berkomunikasi
dengan baik dengan siapapun yang ada di lingkungannya saran kepada pihak guru
agar membuat suatu kelas khusus untuk belajar bersama dengan yang bukan anak-
sekolah .hal ini guna agar anak dan anak-anak yang lainnya dapat belajar
bersama saling ajar mengajarkan. Dan kepada anak yang sekolah agar lebih giat
lagi belajarnya. Bukan hanya di dalam kelas tetapi di luar kelas, baik dengan
teman sesama maupun dengan yang bukan anak sekolah hal ini dapat memicu otak
anak agar mendapatkan pembelajaran lebih banyak lagi.
F. JENIS-JENIS KEBUTUHAN ANAK SD
Manusia, sebagai makhluk hidup dan makhluk sosial, memiliki kebutuhan
dasar yang mesti terpenuhi agar dapat bertahan hidup dan memperoleh kehidupan
yang nyaman senang dan sejahtera tak terkecuali anak usia dasar.
Kebutuhan-kebutuhan anak usia dasar( 6-12 tahun) berbeda dengan kebutuhan anak
remaja dan orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan
anak usia dasar dan implikasinya terhadap penyelenggaraan pendidikan titik
metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif jenis
library research berdasarkan hasil analisis kebutuhan anak usia dasar meliputi
6 aspek yaitu, pertama kebutuhan fisiologis seperti makanan minuman, wahana
permainan dan sebagainya. Kedua, kebutuhan perlindungan dan rasa aman seperti
lingkungan yang asri aman dan damai titik ketiga, kebutuhan anak rasa kasih
sayang dan perhatian. Ke 4, kebutuhan akan penghargaan atas segala tindakan
atau prestasi. kelima, kebutuhan aktualisasi diri seperti menunjukkan kemampuan
atau bakat yang dimiliki titik enam, yaitu kebutuhan akan rasa sukses Didik
setiap individu dan tingkatan usia anak memiliki level kebutuhan yang
berbeda-beda, dikarenakan adanya perbedaan faktor usia fisik, psikologi,
keturunan dan lingkungan. Kebutuhan anak usia dasar sangat berkaitan dengan
proses pendidikan anak titik pada usia dasar anak memiliki kemampuan berpikir
dan bergerak yang masih terbatas. Anak juga memiliki sifat yang egois keras
kepala, manja dan sensitif yang masih sangat tinggi titik hematnya, sebagai
pihak eksternal, orang tua, guru maupun orang dewasa mesti memahami tingkat
kebutuhan dan karakter anak supaya tidak terjadi kesalahan dalam mendidik dan
mengajar dalam rangka membentuk pribadi anak yang beriman, cerdas dan
berkarakter.
Orang tua anak-anak berkebutuhan
khusus menginginkan anaknya untuk dapat bersekolah di sekolah umum,
bersama-sama dengan anak-anak lainnya. Keinginan tersebut didukung oleh
pemerintah dengan mencanangkan sekolah inklusi titik penelitian ini bertujuan
1. Mengetahui karakteristik anak
membutuhkan khusus di sekolah dasar negeri
2. Mengetahui dampak hadirnya anak
berkebutuhan khusus di sekolah dasar negeri
3. Mengetahui kemampuan yang dimiliki
anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar negeri
Adapun pendekatan penelitian ini yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan
wawancara observasi dan dokumentasi titik hasil penelitian ini menyatakan bahwa
karakteristik anak-anak berkebutuhan khusus secara individual berbeda-beda
titik namun, karakteristik utamanya yakni mengalami kelemahan di dalam bidang
akademik titik di sisi lain anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar
negeri inklusi lebih memiliki kelebihan
pada bidang non-akademik.
G. LINGKUNGAN PERKEMBANGAN ANAK SD
1.terdapat banyak anak". Agar
anak dapat bermain dan berkembang bersama teman sebayanyA
2.lingkungan tidak kumuh
3.terdapat taman edukasi khusus anak
dan sekaligus tempat bermain
4.terdapat areal khusus rekreasi
5.tidak tinggal di daerah konflik
atau peperangan.
H. PROSES BELAJAR ANAK SD
Dalam keseluruhan proses pendidikan
di sekolah, belajar merupakan aktivitas yang paling utama. Ini berarti bahwa
keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung pada bagaimana
proses belajar dapat berlangsung secara efektif. Pemahaman seorang guru
terhadap pengertian beljar akan mempengaruhi cara guru itu mengajar.
Dari berbagai definisi yang
dikemukakan oleh pakar-pakar secara umum belajar merupakan suatu proses
perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil interaksi antara
dirinya dengan lingkungannya dalam mmenuhi kbutuhan hidupnya. Secara lengkap
pengertian belajar dapat dirumuskan sebagai berikut “belajar ialah suatu proses
yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang
baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri
dalam interaksi dalam lingkungannya”.
I.
MOTIVASI ANAK SD
Daftar pustaka
MLA
: Sujiono, Bambang, M. S. Sumantri, and
Titi Chandrawati. "Hakikat
Perkembangan Motorik Anak." Modul Metod. Pengemb. Fis (2014): 1-21.
APA.
: Murti, T. (2018).
Perkembangan fisik motorik dan perseptual serta implikasinya pada pembelajaran
di sekolah dasar. Wahana Sekolah Dasar, 26(1), 21-28.
ISO 690
: KURNIAWAN, Heru. Kreatif mendongeng untuk
kecerdasan jamak anak. Prenada Media, 2016.
MLA : Helti, Yulia. "Karakteristik
Perkembangan Bahasa Anak SD dalam Berkomunikasi." Jurnal Cerdas Proklamator
4.1 (2016).
APA
: Ariston, Y., & Frahasini,
F. (2018). Dampak Penggunaan Gadget Bagi Perkembangan Sosial Anak Sekolah
Dasar. Journal of Educational Review and Research, 1(2), 86-91.
ISO 690 :
HANDAYANI, Shirleen. Pembuatan Ensiklopedia Digital Jenis-Jenis
Pekerjaan untuk Anak SD Kelas IV. CALYPTRA, 2016, 4.2: 1-13.
MLA
:
Latifah, Umi. "Aspek perkembangan pada anak Sekolah Dasar: Masalah
dan perkembangannya." Academica: Journal of Multidisciplinary Studies 1.2
(2017): 185-196.
APA : KAWURYAN, Sekar Purbarini. Karakteristik
Siswa SD Kelas Rendah dan Pembelajarannya. Pengabdian PPSD FIP Universitas
Negeri Yogyakarta. Diakses dari google cendekia pada, 2020, 3.
Komentar
Posting Komentar